Apakah Anda sering merasa bahwa toko atau bisnis Anda sangat ramai, penjualan setiap hari selalu memenuhi target, antrean pelanggan tidak pernah sepi, namun saat dicek di akhir bulan, uang kas atau saldo di rekening bank rasanya tidak bertambah secara signifikan? Atau mungkin, Anda sering kebingungan melacak ke mana perginya uang operasional, berapa sebenarnya nilai kekayaan (aset) yang Anda miliki, dan berapa nominal pasti keuntungan bersih (Net Profit) yang bisa Anda bawa pulang?
Jika Anda pernah atau sedang merasakan satu dari sekian banyak kekhawatiran di atas, maka Anda berada di tempat yang sangat tepat. Aplikasi Kasir Terbaik YAZCORP.id tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu kasir atau mesin pencatat penjualan (Point of Sales/POS) semata. Lebih jauh dari itu, YAZCORP.id telah dilengkapi dengan Modul Akuntansi berstandar profesional yang menggunakan sistem pencatatan ganda (Double-Entry Accounting).
Modul cerdas ini diciptakan khusus untuk menjembatani antara aktivitas operasional harian di garda depan (seperti kasir yang menginput penjualan atau admin gudang yang mencatat pembelian barang) dengan pelaporan keuangan standar perusahaan berskala besar yang biasa digunakan oleh para akuntan profesional dan auditor independen.
Kabar baiknya? Anda sama sekali tidak perlu memiliki gelar sarjana akuntansi untuk bisa mengoperasikan sistem ini. Selama Anda memahami logika dasar “Uang Masuk” dan “Uang Keluar”, sistem YAZCORP.id akan mengerjakan perhitungan rumit di belakang layar untuk Anda.
Dalam artikel panduan super lengkap yang dirancang khusus untuk Anda ini, kita akan membedah secara tuntas bagaimana cara menggunakan Modul Akuntansi YAZCORP.id dari A sampai Z. Mulai dari persiapan dan pengaturan awal saat Anda pertama kali menggunakan modul ini, cara membuat buku besar, cara menghubungkan (memetakan) transaksi kasir dengan sistem akuntansi, hingga panduan mendalam tentang cara membaca laporan Neraca dan Laba Rugi layaknya seorang Direktur Keuangan (CFO).
Siapkan secangkir kopi Anda, mari kita mulai perjalanan menuju manajemen keuangan bisnis yang lebih sehat, akurat, dan transparan!
Mengapa Modul Akuntansi Ini Sangat Penting untuk Bisnis Anda?
Sebelum kita masuk ke hal-hal teknis, kita harus menyamakan pola pikir terlebih dahulu tentang mengapa modul ini ada. Pada sistem kasir biasa, ketika terjadi penjualan sebesar Rp 1.000.000, sistem hanya akan mencatat “Omzet hari ini bertambah Rp 1.000.000”. Titik. Sampai di situ saja.
Namun, dalam dunia bisnis nyata, uang Rp 1.000.000 tersebut memiliki cerita yang lebih panjang. Uang itu harus masuk ke laci yang mana? Apakah masuk ke laci kasir tunai? Atau pelanggan membayar menggunakan transfer ke Bank BCA? Atau pelanggan menggunakan Kartu Kredit? Atau malah pelanggan tersebut berhutang (Piutang)? Di sinilah Modul Akuntansi YAZCORP.id mengambil peran penting. Sistem ini akan mencatat “asal usul” dan “tujuan akhir” dari setiap rupiah uang yang bergerak di dalam ekosistem bisnis Anda.
Baca Juga: Mengapa YAZCORP.id Adalah Aplikasi Kasir Toko iPhone Terbaik Pilihan Raksasa Gadget Indonesia
Persiapan dan Pengaturan Akuntansi (Initial Setup)
Langkah pertama yang mutlak harus Anda lakukan sebelum memasukkan angka finansial apa pun ke dalam sistem adalah melakukan konfigurasi dasar. Sama seperti membangun sebuah gedung pencakar langit, kita harus menyiapkan fondasinya terlebih dahulu agar bangunan di atasnya kokoh dan tidak runtuh saat diterpa badai.
Di Modul Akuntansi YAZCORP.id, pengaturan awal ini sangat krusial untuk memastikan bahwa sistem berjalan secara otomatis dan meminimalisir pekerjaan manual Anda di kemudian hari.
1. Mengakses Menu Pengaturan Akuntansi
Untuk memulai langkah pertama ini, silakan login ke dashboard utama YAZCORP.id Anda menggunakan akun yang memiliki hak akses sebagai Administrator.
Perhatikan deretan menu navigasi di sebelah kiri layar komputer atau tablet Anda.
Cari dan klik menu utama bertuliskan Akuntansi.
Dari menu turunan (dropdown) yang muncul, klik Pengaturan Akuntansi.
2. Mengatur Awalan Nomor Referensi (Prefix)
Di dalam halaman Pengaturan Akuntansi, Anda akan langsung disambut oleh kolom-kolom untuk mengisi Prefiks atau awalan huruf untuk setiap dokumen keuangan yang diterbitkan oleh sistem akuntansi Anda. Mengapa penomoran ini penting? Karena saat bisnis Anda diaudit suatu hari nanti, nomor referensi yang rapi, berurutan, dan terstruktur akan sangat memudahkan pencarian tumpukan dokumen.
Prefiks Entri Jurnal: Kolom ini digunakan untuk memberi kode khusus pada setiap transaksi manual (jurnal penyesuaian) yang Anda atau akuntan Anda buat.
Contoh pengisian: Ketikkan teks JRN- atau JV- (singkatan dari Journal Voucher). Jika Anda membuat jurnal pertama Anda nanti, sistem akan secara otomatis memberinya nomor JRN-0001, jurnal kedua menjadi JRN-0002, dan seterusnya.
Prefiks Transfer: Kolom ini digunakan untuk memberi kode sistematis saat Anda memindahkan uang dari satu rekening milik perusahaan ke rekening perusahaan lainnya (misalnya memindahkan uang dari laci kasir tunai ke rekening bank di sore hari).
Contoh pengisian: Ketikkan teks TRF- atau MUT- (singkatan dari Mutasi). Sistem akan otomatis membuat nomor berurutan seperti TRF-0001.
3. Pemetaan Default Berdasarkan Lokasi Bisnis
Inilah salah satu fitur otomatisasi terbaik yang dimiliki YAZCORP.id. Jika Anda memiliki bisnis yang berkembang dan memiliki lebih dari satu cabang toko (Lokasi Bisnis), Anda bisa mengatur ke mana muara uang dari masing-masing toko tersebut secara spesifik.
Contoh Kasus: Anda memiliki “Toko Cabang Jakarta” dan “Toko Cabang Bandung”. Anda tentu tidak ingin uang hasil penjualan dari kedua toko tersebut tercampur aduk di satu laporan buku besar yang sama, bukan?
Cara Mengaturnya: Di bagian pengaturan ini, Anda bisa menyetel pengaturan default. Anda bisa memerintahkan sistem: “Hai sistem, untuk setiap transaksi kasir di Toko Jakarta, otomatis masukkan uangnya ke akun Bank BCA Jakarta. Sedangkan untuk semua transaksi dari kasir Toko Bandung, otomatis masukkan uangnya ke rekening Bank Mandiri Bandung.”
Dengan melakukan pengaturan ini sekali saja di awal, pembukuan antar cabang Anda akan terpisah dengan rapi dan otomatis.
4. Tombol Berbahaya: “Hapus Semua Data Akuntansi” (Reset Data)
Di bagian paling bawah halaman pengaturan ini, terdapat sebuah tombol yang harus Anda waspadai, yakni tombol “Hapus Semua Data Akuntansi” (Reset Data).
Fitur ini hanya boleh diklik jika Anda benar-benar sedang melakukan tahap uji coba sistem (trial period), menginput data asal-asalan untuk belajar, dan ingin menghapus seluruh riwayat akuntansi Anda (termasuk semua jurnal, daftar akun, transaksi, dan riwayat pemetaan) untuk memulai ulang pembukuan dari angka nol yang bersih.
PERINGATAN KERAS: Jangan pernah menekan tombol ini jika Anda sudah menjalankan data akuntansi secara nyata (live data). Tindakan penghapusan ini bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan (undo) dengan cara apa pun!
Memahami dan Mengelola Daftar Akun (Chart of Accounts / COA)
Setelah pengaturan dasar fondasi selesai, langkah maha penting berikutnya adalah membangun Daftar Akun atau yang dalam istilah akuntansi internasional disebut Chart of Accounts (COA).
Agar mudah dipahami oleh orang awam, mari kita analogikan Daftar Akun ini sebagai “laci-laci”, “dompet”, atau “kamar-kamar” tempat Anda menyimpan dan mengelompokkan uang perusahaan. Ketika terjadi sebuah transaksi finansial, Anda harus tahu dengan pasti uang tersebut harus dimasukkan ke laci yang mana.
Di YAZCORP.id, seluruh laci keuangan ini dikelompokkan dengan sangat rapi ke dalam 5 Tipe Akun (Account Types) yang diakui oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) global:
Aset (Asset): Ini adalah daftar semua hal yang bisnis Anda miliki dan bernilai uang (Harta kekayaan).
Contoh Aset Lancar (Current Assets): Kas dan Setara Kas, saldo tabungan di Bank, Persediaan barang dagangan di gudang, dan Piutang Usaha (uang Anda yang masih ditahan oleh pelanggan yang berhutang).
Contoh Aset Tetap (Fixed Assets): Bangunan, Tanah, Kendaraan operasional, Mesin, dan Peralatan kantor.
Liabilitas (Liability): Ini adalah kebalikan dari Aset. Liabilitas adalah semua utang atau kewajiban bisnis Anda kepada pihak luar yang harus dibayar.
Contoh: Utang Usaha (A/P) kepada supplier barang, Utang pinjaman bank jangka panjang, Tagihan Kartu Kredit perusahaan, dan Utang Gaji karyawan yang bulan ini belum dibayarkan.
Ekuitas (Equity): Ini merepresentasikan hak milik Anda (sebagai Owner) atas bisnis tersebut. Ini adalah modal murni yang Anda tanamkan pertama kali, ditambah dengan Laba Ditahan (Retained Earnings) dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya yang tidak Anda tarik.
Pendapatan (Income): Semua aliran uang yang masuk murni karena aktivitas bisnis Anda.
Contoh: Pendapatan Penjualan Produk, Pendapatan Jasa, atau Pendapatan Bunga bank.
Beban (Expenses): Semua aliran uang yang keluar dan dikorbankan untuk membiayai operasional bisnis agar tetap hidup dan berjalan.
Contoh: Harga Pokok Penjualan (modal dasar barang dagangan), Beban Gaji dan Upah, Beban Utilitas (Listrik, Air, Telepon), Beban Iklan dan Promosi, hingga Beban Sewa Gedung.
1. Cara Kilat: Membuat Akun Standar (Bawaan Sistem)
Membuat puluhan laci akun dan mengelompokkannya ke dalam lima kategori di atas satu per satu dari nol tentu akan sangat menguras waktu dan pikiran Anda. Tim YAZCORP.id sudah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan fitur instan yang sangat memanjakan pengguna.
Cara Mengaktifkannya:
Masuk ke menu Akuntansi > Daftar Akun (COA).
Perhatikan bagian atas layar, cari dan klik tombol hijau bertuliskan Buat Akun Standar.
Tunggu beberapa detik, sistem akan memproses, dan keajaiban pun terjadi! Sistem akan secara otomatis membuatkan sekitar 86 Akun Akuntansi Standar Indonesia untuk Anda.
Daftar akun yang otomatis terbuat ini sudah sangat komprehensif untuk berbagai jenis industri. Mulai dari akun Kas dan Setara Kas, Piutang Usaha, Pendapatan Penjualan Produk, Beban Angkut Pembelian, Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga akun spesifik seperti Beban Piutang Tak Tertagih dan Cadangan Piutang Tak Tertagih.
2. Membuat Akun Spesifik Sesuai Kebutuhan Unik Bisnis Anda
Meskipun sistem YAZCORP.id sudah membuatkan puluhan akun standar yang sangat lengkap, setiap entitas bisnis pasti memiliki rekening bank yang spesifik dan unik (Misalnya: Bank BCA cabang Sudirman, Bank Mandiri cabang Braga). Oleh karena itu, Anda dituntut untuk menambahkan akun-akun spesifik milik perusahaan Anda sendiri ke dalam daftar tersebut.
Studi Kasus Penambahan Akun: Perusahaan Anda baru saja membuka rekening giro baru di Bank BCA khusus untuk menampung uang masuk dari transfer pelanggan online. Bagaimana cara memasukkannya ke sistem?
Cara Input Data:
Masih berada di halaman Daftar Akun (COA), klik tombol Tambah Akun.
Sebuah jendela formulir pengisian data (modal) akan muncul di layar. Silakan isi dengan data berikut:
Nama Akun: Ketikkan Bank BCA – Rek Operasional.
Tipe Akun: Pilih Aset (Karena uang di bank adalah harta kekayaan Anda).
Sub-Tipe Akun: Pilih Kas dan Setara Kas.
Tipe Rincian: Pilih Bank.
Kode GL (Kode Buku Besar): Ini bersifat opsional. Jika perusahaan Anda menggunakan penomoran akuntansi formal, Anda bisa mengisinya (misalnya 1102). Jika tidak, biarkan kosong.
Klik tombol Simpan. Selesai! Sekarang Anda punya laci baru bernama Bank BCA.
3. Memasukkan Saldo Awal (Opening Balance)
Jika Anda baru menggunakan modul akuntansi YAZCORP.id di tengah tahun atau Anda mengalihkan pembukuan dari sistem lama (atau dari buku manual) ke sistem ini, kemungkinan besar rekening bank BCA Anda tersebut atau laci kasir Anda tidak berada di angka nol. Sudah ada uang di dalamnya. Anda harus memberi tahu sistem tentang saldo existing tersebut.
Cara Input Data Saldo Awal:
Ulangi proses “Tambah Akun” seperti di atas untuk membuat akun baru, atau jika akun sudah ada, klik tombol Ubah Akun (Edit) pada akun yang bersangkutan.
Di dalam formulir, perhatikan kotak centang yang bertuliskan “Tampilkan Saldo” atau bagian pengisian Saldo Awal.
Saldo Utama: Masukkan angka nominal sebenarnya tanpa menggunakan tanda titik atau koma. Misalnya, jika di bank BCA Anda saat ini ada lima puluh juta rupiah, ketik 50000000.
Per Tanggal (As of): Pilih tanggal dimulainya (cut-off) pembukuan Anda di sistem YAZCORP.id ini (misalnya: 1 Januari tahun ini).
Klik simpan. Secara teknis di latar belakang, sistem akan membuatkan Entri Jurnal berjenis Opening Balance secara rahasia ke dalam akun tersebut agar pembukuan Anda langsung memiliki pijakan awal yang akurat.
Jantung Akuntansi – Pemetaan Transaksi (Transaction Mapping)
Mohon perhatikan bagian ini dengan sangat saksama. Inilah bagian yang paling sering disalahpahami oleh para pengguna baru, namun sejatinya merupakan fitur paling inovatif dan kuat (paling powerful) yang ada di dalam Modul Akuntansi YAZCORP.id.
Sebuah kesalahan konsep yang sering terjadi: Pemilik bisnis mengira bahwa saat kasir melayani pembeli dan menekan tombol “Bayar Tunai” di sistem Point of Sales (POS), maka seketika itu juga data tersebut akan langsung masuk dan memengaruhi laporan Laba Rugi dalam modul Akuntansi.
Faktanya, TIDAK DEMIKIAN.
Mengapa? Karena sistem mesin kasir (POS) pada dasarnya hanya bertugas mencatat kuantitas: “Ada barang keluar dari gudang dan ada sejumlah uang yang ditagihkan”. Namun, sistem akuntansi yang cerdas belum tahu pasti kebenaran di baliknya: “Apakah uang itu benar-benar sudah masuk rekening? Jika ya, rekening yang mana? BCA? Kasir? Atau dompet pemilik?”
Proses memberitahu sistem akuntansi secara spesifik mengenai laci mana uang tersebut disimpan atau dari laci mana uang dikeluarkan disebut dengan proses Pemetaan Transaksi (Map Transaction).
Untuk memastikan pembukuan Anda valid, Anda wajib memetakan setiap transaksi. Untungnya, antarmuka YAZCORP.id membuat proses ini semudah mengklik beberapa tombol. Mari kita bahas satu per satu jenis pemetaannya.
1. Memetakan Transaksi Penjualan (Penerimaan Penjualan)
Penjualan adalah urat nadi yang memompa darah bagi bisnis Anda. Mari kita lihat bagaimana memetakan uang dari penjualan yang diinput oleh kasir agar sah di mata akuntansi.
Studi Kasus Harian: Kasir Anda baru saja menyelesaikan transaksi penjualan 1 unit Handphone seharga Rp 5.000.000 secara tunai kepada seorang pelanggan yang datang ke toko. Di layar kasir, ini sudah tercatat sebagai sukses. Sekarang, saatnya admin keuangan memasukkannya ke buku besar.
Langkah-langkah Pemetaan:
Buka menu Akuntansi > Transaksi.
Klik tab bagian Penerimaan Penjualan (Sales Payments). Di tabel yang tersaji, Anda akan melihat baris transaksi senilai Rp 5.000.000 dengan nomor faktur dari kasir tersebut.
Di kolom aksi sebelah kanan baris transaksi itu, klik tombol biru menyala bertuliskan Pemetaan Transaksi (Map Transaction).
Sebuah formulir pop-up akan muncul di tengah layar. Di sini Anda akan bertindak sebagai seorang akuntan. Anda harus menjawab dua pertanyaan logis dari sistem:
Setor ke (Deposit To): Sistem bertanya, “Uang penjualan Rp 5 juta ini secara fisik ditaruh di mana?”. Klik kotak pencarian, ketik dan pilih akun Kas Tunai atau Kas dan Setara Kas (Karena pelanggan membayarnya secara uang kertas/tunai ke laci kasir).
Akun Pembayaran (Payment Account): Sistem bertanya, “Apa alasan uang ini bisa ada/masuk?”. Jawabannya tentu karena adanya penjualan produk. Maka, cari dan pilih akun Pendapatan Penjualan Produk (Kategori Pendapatan).
Klik tombol Simpan. Selesai!
Catatan Penting Akuntansi: Jika skenarionya pelanggan tersebut membeli dengan cara mencicil atau berhutang (Kredit), maka pada kolom “Setor ke (Deposit To)” Anda sangat dilarang memilih akun Kas atau Bank (karena uang fisiknya belum Anda terima). Sebagai gantinya, Anda WAJIB memilih akun Piutang Usaha (Kategori Aset). Piutang berarti hak tagih Anda yang tertunda pada pihak lain.
2. Memetakan Transaksi Pembelian (Pembayaran Pembelian)
Sama halnya dengan menerima uang masuk, saat Anda mengeluarkan uang untuk berbelanja stok barang ke distributor/pemasok, Anda harus memetakannya ke dalam sistem akuntansi.
Studi Kasus Kulakan: Anda sebagai Purchasing membeli stok 10 unit aksesori komputer untuk persediaan gudang senilai Rp 10.000.000 dari “Pemasok Maju Mundur”. Anda membayar lunas tagihan tersebut langsung menggunakan transfer dari rekening Bank Mandiri perusahaan.
Langkah-langkah Pemetaan:
Buka menu Akuntansi > Transaksi.
Klik tab Pembayaran Pembelian (Purchase Payments). Cari baris referensi tagihan belanja Rp 10.000.000 tersebut.
Klik tombol Pemetaan Transaksi.
Isi formulir pemetaan dengan logika akuntansi berikut:
Setor ke (Deposit To): Sistem bertanya, “Aset apa yang bertambah di perusahaan dari transaksi ini?”. Karena Anda berbelanja barang untuk dijual lagi, pilih akun Persediaan (Inventory).
Akun Pembayaran (Payment Account): Sistem bertanya, “Dari laci harta mana uang Rp 10 juta tersebut diambil untuk membayar?”. Karena Anda mentransfer, cari dan pilih akun Bank Mandiri.
Klik Simpan. Secara otomatis, nilai persediaan gudang Anda di Neraca akan naik Rp 10 juta, dan saldo Bank Mandiri Anda akan turun Rp 10 juta. Sempurna.
3. Memetakan Pengeluaran Operasional (Beban)
Sebuah bisnis tentu tidak hanya membeli barang dagangan. Ada banyak tagihan bulanan yang membuat bisnis tetap bernapas, seperti membayar token listrik, iuran kebersihan, beli alat tulis, hingga biaya langganan internet.
Studi Kasus Pengeluaran Kas Kecil: Staf admin Anda mencatat Biaya di sistem kasir sebesar Rp 1.500.000 untuk melunasi tagihan listrik bulanan toko. Uang tersebut diambil secara fisik dari laci kasir (uang tunai).
Langkah-langkah Pemetaan:
Buka menu Akuntansi > Transaksi, lalu masuk ke tab pengeluaran terkait.
Temukan baris transaksi Rp 1.500.000 tersebut, lalu klik Pemetaan Transaksi.
Gunakan nalar yang sama:
Setor ke (Deposit To): Pilih laci bebannya. Ketik dan cari akun Beban Utilitas (Listrik, Air, Telepon).
Akun Pembayaran (Payment Account): Pilih sumber dananya, yaitu Kas dan Setara Kas atau Kas di Tangan.
Klik Simpan. Jika laporan laba rugi dibuka detik itu juga, Anda akan melihat secara otomatis bahwa total keuntungan (laba kotor) bisnis Anda pada bulan tersebut sudah dikurangi (dipotong) sebesar Rp 1.500.000 khusus untuk membiayai beban utilitas ini.
Tips Profesional : Jika di awal Anda sudah melakukan “Pemetaan Default” pada menu Pengaturan Akuntansi (seperti yang dibahas pada bagian Persiapan dan Pengaturan), maka formulir pemetaan di bagian ini akan secara otomatis terisi oleh sistem dengan pilihan yang paling logis. Anda hanya perlu meninjau (me-review) secara cepat dan mengklik Simpan, menghemat puluhan jam kerja rekapitulasi Anda setiap minggunya!
Menggunakan Entri Jurnal Manual dan Transfer Kas/Bank
Perlu dipahami bahwa dalam roda ekonomi perusahaan, tidak semua kejadian mutasi perputaran uang terjadi lewat interaksi dengan pelanggan di kasir atau dengan pemasok di bagian pembelian. Ada kalanya, ada kondisi-kondisi finansial internal yang sangat spesifik yang mengharuskan Anda memanipulasi dan menjurnal buku besar secara langsung, tanpa melalui faktur atau struk belanja.
Aplikasi YAZCORP.id memfasilitasi kebutuhan ini melalui fitur Entri Jurnal dan Transfer Kas/Bank. Mari kita kupas tuntas.
1. Entri Jurnal (Journal Entry)
Fitur Entri Jurnal adalah fitur tingkat lanjut yang biasanya dioperasikan oleh akuntan senior, staf pembukuan, atau pemilik langsung.
Ada aturan suci dan mutlak saat menggunakan fitur Entri Jurnal ini: Total nilai angka di kolom Debit bagian bawah harus persis sama (match) dengan total nilai angka di kolom Kredit. Harus Seimbang (Balance). Jika ada selisih, walaupun hanya selisih satu perak (Rp 1), sistem pengaman YAZCORP.id akan mengunci tombol simpan dan menolak memprosesnya, demi menjaga validitas data keuangan Anda.
Kapan Anda harus memakai fitur ini? Umumnya digunakan untuk transaksi penyesuaian akhir bulan, mencatat uang setoran modal awal dari pemegang saham, penarikan dana tunai oleh pemilik untuk keperluan pribadi (Prive), biaya penyusutan nilai aset mesin, beban amortisasi, atau melakukan koreksi jika ada salah pilih akun pada bulan lalu.
Studi Kasus Jurnal Modal Tambahan: Anda sebagai pemilik bisnis merasa toko membutuhkan tambahan modal untuk renovasi. Anda pun menyuntikkan (mentransfer) dana tunai milik pribadi Anda sebesar Rp 50.000.000 ke rekening Bank BCA operasional perusahaan. Ini bukan penjualan, bukan pula piutang. Bagaimana mencatatnya?
Langkah-langkah Input Jurnal ke Sistem:
Buka menu Akuntansi > Entri Jurnal.
Klik tombol Tambah Jurnal.
Tanggal Jurnal: Isi dengan tanggal pasti kapan uang itu masuk ke bank (misal: 10 Maret 2026).
Referensi: Kosongkan saja. Biarkan sistem yang menyumbang nomor otomatis (misal: JRN-0015).
Catatan (Note): Ketik deskripsi jelas untuk diwariskan kepada akuntan penerus, misal: “Suntikan modal tambahan tunai dari Owner Bpk. Budi untuk biaya renovasi”.
Di Baris Pertama (Row 1):
Pilih Akun: Ketik dan pilih Bank BCA – Rek Operasional.
Kolom Debit: Ketik 50000000 (Catatan Teori Akuntansi: Dalam aturan akuntansi dasar, jika aset berupa uang di bank “bertambah”, maka posisinya selalu dicatat di kolom Debit).
Kolom Kredit: Kosongkan (Biarkan angka 0).
Di Baris Kedua (Row 2): (Jika belum ada baris kedua, klik tombol Tambah Baris).
Pilih Akun: Cari akun penyeimbangnya di kelompok Ekuitas, yakni Modal Saham atau Ekuitas Pemilik.
Kolom Debit: Kosongkan.
Kolom Kredit: Ketik 50000000 (Catatan Teori Akuntansi: Saldo modal perusahaan yang bertambah selalu dicatat di posisi Kredit).
Periksa ringkasan di bagian bawah layar. Pastikan tulisan total Debit dan Kredit sudah menunjukkan tulisan yang sama, yang menandakan bahwa jurnal telah seimbang.
Klik Simpan. Boom! Kekayaan riil perusahaan Anda di sistem sekarang resmi bertambah 50 juta rupiah, dengan asal usul yang sangat jelas secara hukum akuntansi.
2. Transfer Kas/Bank (Fund Transfer)
Bagaimana ceritanya jika pada penghujung hari, kasir Anda melakukan tutup buku (shift closing). Kasir mendapati laci uang fisik sangat penuh dengan total uang tunai sejumlah Rp 8.000.000 hasil penjualan hari itu. Demi keamanan, kasir menyetorkan secara fisik uang kertas tersebut melalui mesin ATM Setor Tunai terdekat, dan memasukkannya ke rekening bank BCA milik perusahaan.
Kejadian ini jelas bukan transaksi penjualan baru (karena penjualannya sudah dicatat dari pagi hingga sore), dan jelas bukan pula pengeluaran/beban. Kejadian ini murni sekadar “perpindahan tempat penyimpanan uang” dari satu wadah ke wadah lain di dalam satu perusahaan. Untuk kejadian inilah fitur Transfer Kas/Bank diciptakan.
Langkah-langkah Pencatatan Transfer:
Buka menu Akuntansi > Transfer Kas/Bank.
Klik tombol Tambah Transfer.
Di jendela formulir yang muncul, isikan dengan urutan logika sebagai berikut:
Dari Akun (Transfer From): Pilih asal uang keluar, yaitu laci kasir. Ketik Kas di Tangan atau Kas dan Setara Kas.
Setor ke (Transfer To): Pilih tempat uang bermuara, yaitu rekening bank. Ketik Bank BCA – Rek Operasional.
Jumlah: Ketik angka tepatnya, 8000000.
Tanggal: Isi dengan tanggal penyetoran dilakukan.
Catatan/Catatan: Ketik “Setor tunai penghasilan omzet toko hari ini ke bank BCA demi keamanan”.
Klik Simpan.
Apa hasil dari tindakan ini? Jika saat ini Anda membuka menu Buku Besar, Anda akan melihat riwayat mutasi yang elegan. Saldo akun Kas di Tangan akan otomatis berkurang (dikredit) sebesar 8 juta, dan di saat yang persis bersamaan, saldo Bank BCA otomatis bertambah (didebit) sebesar 8 juta rupiah. Perlu dicatat, total harta kekayaan Anda (Total Aset) maupun jumlah laba Anda tidak mengalami perubahan sama sekali, karena uang tersebut hanya pindah laci.
Mengontrol Finansial dengan Kelola Anggaran (Budgeting)
Seringkali, bisnis mengalami kebocoran halus (kebangkrutan lambat) bukan karena penjualannya yang menurun, tetapi karena biaya operasional dan pengeluarannya yang bocor tanpa kendali (over-budget). Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang berbelanja berdasarkan rencana, bukan berdasarkan sisa saldo di bank.
Sistem akuntansi YAZCORP.id telah dilengkapi dengan modul manajerial tingkat atas, yaitu Anggaran (Budget). Fitur luar biasa ini berfungsi sebagai alat kontrol mutlak atas pengeluaran perusahaan Anda per bulan, per kuartal (triwulanan), ataupun per tahun.
Melalui fitur ini, Anda bisa menetapkan target pagu (batas maksimal angka) sebuah biaya operasional boleh dikeluarkan pada bulan tertentu.
Studi Kasus Pembuatan Anggaran Perusahaan: Setelah melalui rapat internal, Anda dan tim manajemen menetapkan bahwa demi menjaga rasio profitabilitas perusahaan, biaya yang dikeluarkan untuk Iklan Digital di media sosial (Ads) tidak boleh melebihi plafon Rp 5.000.000 setiap bulannya. Jika lebih, maka perusahaan akan merugi.
Cara Menginput Target Anggaran ke YAZCORP.id:
Buka menu navigasi utama Akuntansi > Anggaran.
Pilih Tahun Fiskal Anggaran yang sedang berjalan atau yang ingin Anda rencanakan (misalnya tahun 2026), lalu klik Lanjutkan.
Sistem akan memuat antarmuka tabel raksasa (matriks). Di sebelah kiri adalah daftar panjang ratusan akun yang Anda miliki (terutama akun-akun Beban/Expenses). Sementara memanjang ke kanan adalah kolom-kolom untuk dua belas bulan (Januari hingga Desember).
Gulir layar (scroll) ke bawah dan temukan baris khusus akun beban pemasaran, misalnya Beban Iklan dan Promosi atau Beban Penjualan Lainnya.
Pada kolom persimpangan bulan Januari, klik dan ketik angka 5000000. Lakukan pengetikan yang sama untuk kolom bulan Februari, Maret, hingga Desember. Anda tentu bisa membuat angkanya bervariasi jika bisnis Anda memiliki tren musiman (misal: budget iklan dibesarkan pada bulan Ramadan/April menjadi Rp 10.000.000, lalu di bulan Mei turun kembali).
Setelah semua kotak terisi sesuai rencana strategis Anda, pastikan untuk mengklik tombol Simpan.
Keunggulan Ekspor Data: Anggaran yang telah Anda susun susah payah ini tidak hanya terkunci di dalam layar. Sistem mengizinkan Anda mengekspor (mengunduh) rincian rencana anggaran ini ke dalam dokumen PDF (dengan desain tabel yang siap diprint dan ditandatangani oleh direktur), ataupun ke dalam wujud file spreadsheet seperti Excel atau CSV untuk dianalisa lebih lanjut menggunakan rumus-rumus kustom di komputer Anda. Dokumen ini wajib dibagikan ke seluruh tim manajer atau staf HR/Keuangan sebagai acuan baku (KPI) agar mereka tidak pernah membelanjakan uang perusahaan melebihi angka suci yang tertulis di dokumen tersebut.
Seni Membaca Laporan Akuntansi (Financial Reports)
Semua langkah teknis dan pekerjaan rutinitas yang seolah tak berujung—mulai dari input transaksi oleh kasir di ujung tombak, proses pemetaan yang teliti oleh admin, hingga penjurnalan manual oleh akuntan—semuanya bermuara dan berujung pada satu tujuan puncak yang hakiki: Menghasilkan Laporan Keuangan (Laporan Akuntansi) yang Akurat, Terpercaya, dan Sahih secara hukum.
Bagi seorang pengusaha, angka-angka dalam laporan keuangan bukanlah sekadar deretan nominal tak bernyawa. Angka tersebut adalah “bahasa komunikasi” dari bisnis itu sendiri yang sedang menceritakan tentang kondisi kesehatannya. Di YAZCORP.id, Anda bisa memantau dan membedah kondisi kesehatan organ dalam bisnis Anda layaknya seorang Chief Financial Officer (CFO) perusahaan multinasional melalui serangkaian menu pelaporan komprehensif berikut.
1. Ringkasan Daftar Akun di Dashboard
Halaman Dashboard adalah halaman “karpet merah” pertama yang selalu muncul saat Anda mengklik menu Akuntansi. Halaman ini dirancang sangat visual, penuh warna, dan ramah bagi Anda yang mungkin pusing jika melihat tabel angka-angka kaku.
Anda akan langsung disajikan Grafik Lingkaran (Pie Chart) estetis yang merangkum Ringkasan Daftar Akun Anda.
Dalam hitungan detik, Anda bisa menangkap persentase makro: “Oh, porsi hijau (Aset) saya mendominasi 70% dari lingkaran, sementara porsi merah (Liabilitas/Utang) hanya 10%”. Ini indikasi bisnis yang sehat.
Antarmuka ini bersifat interaktif. Cobalah arahkan kursor mouse Anda (hover) ke atas salah satu irisan potongan grafik tersebut. Secara ajaib, angka tooltip berisi nominal Rupiah yang akurat dari total saldo kategori akun tersebut akan muncul berkedip di layar Anda.
2. Laporan Buku Besar (Ledger Report)
Buku besar adalah “rekening koran” super mendetail versi internal perusahaan Anda. Jika Anda curiga ada selisih uang atau aktivitas aneh, di sinilah Anda menjadi seorang detektif keuangan. Fitur ini melacak sejarah mutasi naik, turun, masuk, dan keluarnya saldo suatu akun secara spesifik dan kronologis dari jam ke jam, hari ke hari.
Cara Mengakses: Buka menu Daftar Akun, temukan baris akun yang ingin diinvestigasi (Misalnya: Bank BCA), lalu pada tombol aksi pilih opsi Buku Besar.
Anda akan dibawa ke sebuah tabel raksasa yang bercerita runtut: Pada Tanggal 1 ada saldo masuk Rp 50 juta (Debit), pada Tanggal 2 ada pembayaran supplier keluar Rp 10 juta (Kredit), pada Tanggal 3 ada uang masuk transfer penjualan Rp 5 juta (Debit). Di kolom paling kanan, tertulis nilai “Saldo Saat Ini (Current Balance)” yang tersisa. Fitur ini wajib digunakan oleh staf keuangan saat melakukan tugas rekonsiliasi bulanan dengan catatan bank sungguhan.
3. Neraca Saldo (Trial Balance)
Dalam dunia pendidikan akuntansi konvensional, laporan ini adalah “kertas kerja” paling mendasar namun paling vital bagi seorang auditor. Neraca Saldo akan me- listing (menderetkan) semua akun yang Anda miliki dari atas ke bawah, disandingkan dengan total penjumlahan kolom Debit dan total penjumlahan kolom Kredit selama satu periode kalender tertentu.
Cara Mengakses: Masuk ke menu navigasi utama Akuntansi > Laporan Akuntansi > Neraca Saldo.
Cara Membaca Sangat Mudah: Anda tidak perlu membaca baris persinggahan di tengahnya, cukup gulir pandangan Anda ke baris paling bawah. Jika angka Total di ujung kolom kiri (Debit) persis seimbang dan sama nominalnya dengan angka Total di ujung kolom kanan (Kredit), Anda bisa bernapas lega. Pembukuan bulan ini valid dan tidak ada transaksi yang bocor atau pincang sebelahnya. Sebagai informasi, sistem YAZCORP.id telah dirancang secara hard-code (terprogram kaku) untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan ini secara proaktif sejak Anda mengklik tombol “Simpan” di tiap form transaksinya.
4. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Bisa dibilang, inilah laporan keuangan yang paling ditunggu-tunggu (dan mungkin membuat jantung berdebar) bagi seluruh pemilik bisnis di muka bumi. Laporan Laba Rugi akan menjawab satu pertanyaan paling krusial dan esensial secara gamblang: “Sepanjang bulan lalu (atau tahun lalu), bisnis saya menghasilkan keuntungan (Cuan), atau justru menderita kerugian berdarah-darah? Dan seberapa pasti angkanya?”
Cara Mengakses: Buka Laporan Akuntansi > Laporan Laba Rugi. Pilihlah rentang tanggal yang ingin dianalisis (misalnya dari tanggal 1 hingga tanggal 30 atau 31 bulan kalender ini).
Cara Membedah Laporan: Sistem algoritma kami akan memisahkan laporan ini menjadi dua blok medan perang besar.
Blok Atas (Pendapatan): Menampilkan semua uang hasil keringat Anda, yakni Pendapatan Penjualan Produk (Sales) dan Pendapatan Lain-lain.
Blok Bawah (Beban / HPP): Menampilkan semua komponen pengorbanan yang memakan pendapatan tersebut. Mulai dari Harga Pokok Penjualan (HPP) yang merupakan harga beli dasar barang dari pabrik/pemasok, lalu di bawahnya dikurangi lagi oleh berbagai beban operasional pendukung (Gaji Karyawan, Biaya Iklan, Biaya Listrik, Biaya Transportasi, Bunga Bank, dll).
Di baris penghabisan paling dasar laporan, Anda akan menemukan angka tebal penentu nasib: Laba Bersih (Net Profit). Jika angkanya bernilai positif, selamat, kerja keras Anda menghasilkan cuan (Untung). Namun, jika angkanya bernilai negatif (biasanya ditampilkan dalam warna merah atau berada di dalam tanda kurung kurawal), waspadalah, kegiatan operasional Anda bulan tersebut lebih besar pasak daripada tiang (Merugi). Anda harus segera mengambil keputusan efisiensi biaya yang drastis di bulan berikutnya!
5. Neraca atau Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)
Jika Laba Rugi merupakan cerminan performa omzet dan biaya bulanan, maka Laporan Neraca memiliki fungsi yang jauh lebih agung. Neraca bertugas menunjukan “Seberapa kaya dan seberapa besar nilai aset perusahan Anda pada hari ini”. Neraca mengambil potret keadaan (foto instan) yang menunjukan keseimbangan posisi Harta, Utang, dan Modal pada satu titik waktu (tanggal) yang sangat spesifik (biasanya pertanggal 31 Desember setiap akhir tahun buku).
Cara Mengakses: Buka menu Laporan Akuntansi > Neraca.
Cara Membaca Anatomi Neraca: Ingat selalu satu hukum kesetimbangan mutlak ilmu ekonomi yang digagas oleh Luca Pacioli pada abad ke-15: Rumus sakti ASET = LIABILITAS + EKUITAS (Harta = Utang + Modal).
Di Blok Kiri atau Atas (Aset): Sistem akan merinci secara transparan ke mana saja bentuk harta kekayaan Anda bersarang. Anda akan melihat berapa tumpukan Kas Tunai yang ada di brankas toko, berapa miliar uang yang mengendap aman di Bank BCA, piutang tagihan pelanggan, nominal total modal barang dagangan (Persediaan) yang masih menumpuk berdebu di gudang, hingga perhitungan nilai wajar Aset Tetap seperti mesin kopi, komputer kasir, dan bangunan toko yang sudah dipotong nilai penyusutannya.
Di Blok Kanan atau Bawah (Kewajiban & Modal): Sistem akan memperlihatkan dari mana Anda mendapatkan uang untuk membiayai seluruh Aset di sisi kiri tadi. Apakah dari utang (Liabilitas), ataukah dari dompet Anda sendiri (Ekuitas)? Anda akan melihat daftar Utang Usaha ke Supplier A dan B yang harus segera jatuh tempo dibayar bulan depan, dikombinasikan dengan nilai historis Modal Saham pertama Anda.
Di bagian ini pula, nilai “Laba Tahun Berjalan” yang sebelumnya Anda peroleh dari Laporan Laba Rugi, akan secara otomatis, tanpa campur tangan manusia, disedot dan ditarik masuk ke dalam blok Ekuitas Neraca untuk menjaga neraca tetap di posisi seimbang sempurna (Balance). Jika Laba, modal Anda terlihat gemuk (bertambah). Jika rugi, modal Anda terlihat tergerus.
6. Analisa Mendalam: Laporan Umur Piutang (AR Ageing) dan Umur Utang (AP Ageing)
Fakta di lapangan membuktikan bahwa perusahaan dengan angka Laba (profit) miliaran di atas kertas bisa saja jatuh bangkrut bulan depan jika mereka tidak memiliki perputaran uang tunai (Cashflow) yang sehat. Hal ini sering terjadi jika pembeli berhutang terlalu lama dan perusahaan terus menalangi, tetapi uang tak kunjung cair. Dua laporan ageing (umur tagihan) di YAZCORP.id ini adalah detektor dini kebangkrutan (Early Warning System) Anda.
Laporan Umur Piutang (Account Receivable Ageing): Menampilkan daftar hitam (maupun daftar abu-abu) nama pelanggan atau perusahaan mitra yang masih memiliki saldo piutang tertunggak (utang kepada Anda yang belum dilunasi). Fitur cerdas laporan ini adalah sistem kolom pengkategorian umur jatuh temponya. Anda bisa menganalisa dengan cepat: “Berapa ratus juta piutang yang usianya masih wajar (0-30 Hari), berapa yang sudah mulai mengkhawatirkan (31-60 Hari), berapa yang terancam gagal bayar (61-90 Hari), dan berapa debitur bandel yang menunggak parah hingga Lebih dari 90 Hari?”. Laporan Ringkasan maupun Rincian ini sangat bernilai dan wajib dicetak kemudian diserahkan langsung ke tim Debt Collector (Bagian Penagihan / AR) Anda setiap pagi untuk di- follow up telepon ke klien.
Laporan Umur Utang (Account Payable Ageing): Ini adalah laporan teguran agar Anda tidak masuk blacklist (daftar hitam) kredibilitas bisnis. Laporan ini menderetkan daftar nama Supplier (Pemasok bahan baku/barang jadi) yang tumpukan faktur tagihannya belum Anda lunasi ke rekening mereka beserta penanda waktu sudah berapa lama tagihan tersebut melewati batas tenggat (Days Past Due). Mengelola pembayaran utang (AP Management) secara strategis berdasar laporan ini akan sangat membantu menjaga nama baik dan kepercayaan bisnis Anda di mata para distributor wilayah.
Simulasi Kasus Keuangan Komprehensif (End-to-End Case Study)
Membaca teori memang mudah, namun melihatnya bekerja di medan nyata adalah hal lain. Agar seluruh rangkaian pemahaman teoritis dari bagian persiapan hingga bagian laporan melebur menjadi satu pemahaman operasional utuh di kepala Anda, mari kita simulasikan penggunaannya dari nol menggunakan ilustrasi studi kasus bisnis nyata.
Bayangkan kita sedang merintis dan membangun sistem pembukuan sebuah toko gawai bernama “YAZ Elektronik Mart” dan ini adalah cerita perjalanan pencatatan akuntansi pada bulan (siklus 30 hari) pertama mereka buka.
(HARI KE-1) Injeksi Urat Nadi: Setoran Modal Awal Pemilik
Kejadian di Lapangan: Bapak Budi, sang perintis, baru saja menyewa ruko, mendirikan tokonya dan membuka operasional “YAZ Elektronik Mart”. Ia mengambil keputusan strategis: Menyimpan uang tunai keras fisik Rp 100.000.000 ke dalam berangkas besar di ruang belakang kasir sebagai modal uang kembalian dan pengeluaran darurat. Selain itu, beliau secara bersamaan pergi ke kantor cabang bank terdekat dan menyetorkan/mentransfer secara Real Time Gross Settlement (RTGS) uang Rp 200.000.000 dari rekening tabungan pribadinya masuk ke dalam rekening khusus “Bank BCA Perusahaan”. Pada Hari-1 ini, modal kekayaan bisnis riil total perusahaan secara resmi adalah Rp 300.000.000.
Tindakan Pembukuan di Sistem: Staf admin pembukuan yang telah dilatih membuka laptop, login ke YAZCORP.id, dan menuju langsung ke menu Entri Jurnal. Beliau memasukkan entri pencatatan seimbang sebagai berikut:
(Baris 1) Kolom Debit: Akun Kas di Tangan meningkat sebesar Rp 100.000.000.
(Baris 2) Kolom Debit: Akun Bank BCA – Rek Operasional meningkat sebesar Rp 200.000.000.
(Baris 3) Kolom Kredit: Akun keseimbangan Ekuitas Pemilik atau Modal Saham bertambah dominan sebesar Rp 300.000.000.
(HARI KE-3) Membeli Amunisi Perang: Belanja Persediaan Awal Gudang
Kejadian di Lapangan: Sebuah toko elektronik tak mungkin berjualan tanpa barang pajangan. Tim Purchasing toko segera memesan pasokan berupa televisi plasma pintar, laptop gaming, dan set lemari es dari “Distributor LG Utama” dengan total nilai tagihan faktur raksasa, yakni Rp 150.000.000. Bapak Budi memutuskan tidak ingin mengutang dan menodai reputasi toko barunya, sehingga faktur distributor itu dibayar lunas kontan (transfer m-banking) dengan uang yang diambil dari rekening Bank BCA Perusahaan.
Tindakan di Sistem Kasir: Di aplikasi POS biasa, kasir telah menyelesaikan transaksi input “Pembelian” secara wajar, sehingga secara ajaib stok TV dan kulkas di aplikasi bertambah.
Tindakan Pembukuan di Modul Akuntansi: Di malam hari sebelum ruko ditutup, admin keuangan mengeksekusi sinkronisasi data dengan cara masuk ke Transaksi > Pembayaran Pembelian, mencari nomor referensi invoice distributor raksasa Rp 150 juta tadi, dan mengklik dengan khidmat tombol Pemetaan Transaksi.
Di kolom Setor ke (Deposit To): Admin menunjuk akun Persediaan (Harta kekayaan berubah wujud dan bertambah menjadi barang dus).
Di kolom Akun Pembayaran (Payment Account): Admin menunjuk pada akun Bank BCA – Rek Operasional (Asal-muasal uang yang dikuras hilang dari saldo).
Dampak Finansial di Belakang Layar: Jika dianalisis di detik ini, laporan Laba Rugi masih 0. Namun, di Laporan Neraca, total kekayaan perusahaan (Total Aset) tetap kokoh Rp 300 juta. Tidak berubah. Kenapa? Karena yang terjadi hanya perubahan bentuk (Asset Swap). BCA berkurang Rp 150 juta (tersisa Rp 50 juta saja di bank), namun muncul “harta karun” persediaan barang gudang senilai Rp 150 juta menggantikan posisinya. Formasi aset menjadi: Bank BCA (50jt) + Kas Tunai (100jt) + Persediaan TV (150jt). Total seimbang sempurna, tetap 300 juta!
(HARI KE-15) Panen Perdana: Melayani Pembeli Ritel dan Mencatat HPP
Kejadian di Lapangan: Toko sangat ramai di hari minggu sore. Seorang eksekutif muda masuk dan tanpa basa-basi membeli secara tunai (uang lembaran kertas Rp 100 ribuan) 1 unit Laptop Gaming High-End dengan harga jual (Retail Price) faktur konsumen Rp 25.000.000. Secara rahasia internal perusahaan, modal kulakan asli (Cost) laptop ini dari distributor sebenarnya hanyalah Rp 18.000.000. Ini berarti toko secara matematis berhasil mendapatkan untung margin kasar (Cuan Kotor) senilai Rp 7.000.000.
Tindakan di Sistem Kasir: Di layar POS kasir di depan meja pajangan, penjualan berhasil diselesaikan dengan baik, dan nota struk termal kecil keluar untuk pembeli.
Tindakan Pembukuan di Modul Akuntansi: Malam harinya, admin kembali bertugas mengawinkan data. Masuk ke Transaksi > Penerimaan Penjualan, dan mengklik Pemetaan Transaksi pada omzet faktur penjualan Rp 25 juta tersebut.
Di kolom Setor ke: Karena pelanggan bayar lembaran tunai di toko, uang diamankan laci dan dipetakan ke akun Kas di Tangan.
Di kolom Akun Pembayaran: Aliran masuk ini ditandai sah sebagai akun kelompok Pendapatan Penjualan Produk.
Aksi Akuntansi Krusial (Pengakuan Harga Pokok Penjualan/HPP): Karena pada hari ini ada 1 dus laptop yang keluar berkurang dari rak gudang berpindah ke tangan eksekutif muda tersebut, maka admin wajib membuat pencatatan Entri Jurnal penyesuaian untuk mengakui HPP alias Harga Modal dari aset yang menghilang tersebut.
Debit: Harga Pokok Penjualan (HPP) senilai harga aslinya yaitu Rp 18.000.000 (Mencatat biaya modal pengorbanan).
Kredit: Persediaan senilai Rp 18.000.000 (Sistem akan memangkas nilai harta persediaan gudang karena barang fisik sudah tereliminasi).
(HARI KE-20) Transfer Keamanan Kasir
Kejadian di Lapangan: Pemilik (Bapak Budi) mulai panik karena mengecek fisik brankas laci kasir tunai sekarang sangat penuh, nominalnya membengkak menjadi Rp 125.000.000 (Rp 100 juta modal hari pertama ditambah omzet masuk Rp 25 juta tunai pembeli laptop). Beliau memutuskan menyewa jasa ekspedisi uang keamanan untuk menyetorkan tunai keras sebesar Rp 100.000.000 langsung ke rekening keamanan perusahan di Bank BCA.
Tindakan di Sistem Pembukuan: Admin masuk menu Transfer Kas/Bank (Tanpa Entri Jurnal rumit).
Dari Akun: Kas di Tangan.
Menuju Akun Setor Ke: Bank BCA – Rek Operasional.
Total Pindah Jumlah: Rp 100.000.000.
(HARI KE-30) Akhir Bulan Berdarah: Bayar Tagihan dan Gaji (Pengeluaran Ekstra)
Kejadian di Lapangan: Tanggal gajian dan tagihan tiba. Toko wajib melunasi tunggakan rutin: Gaji para kasir pramuniaga total Rp 4.500.000 dan tagihan meteran listrik, layanan internet ruko plus air bersih senilai total Rp 1.500.000. Untuk kemudahan administratif, total uang biaya ini (Rp 6.000.000) dikeluarkan semuanya dengan menarik secara tunai fisik sisa uang yang tergeletak di laci kasir toko (bukan transfer m-banking).
Tindakan Pembukuan di Sistem Modul Akuntansi: Di bagian POS fitur “Biaya”, catatan ini sudah terbentuk. Admin memetakannya di Transaksi > Beban.
Transaksi Penggajian: Setor Ke (Laci Beban) dipilih Beban Gaji dan Upah | Sumber Pembayaran dipilih dari laci Kas di Tangan.
Transaksi Listrik: Setor Ke (Laci Beban) dipilih Beban Utilitas (Listrik, Air, Telepon) | Sumber Pembayaran dipilih Kas di Tangan.
Momen Pembuktian Kebenaran: Evaluasi Hasil Akhir Laporan Keuangan “YAZ Elektronik Mart” Siklus Bulan 1
Hari itu di senja tanggal 31, Bapak Budi sang Owner bersandar nyaman di kursi direkturnya. Beliau masuk ke dalam dasbor YAZCORP.id, menggulir layar dan mengeklik keajaiban digital: tombol Lihat Laporan. Dalam fraksi detik, sebuah maha karya perhitungan komputasi komputer kompleks yang tidak mungkin salah tersaji indah di layar monitor resolusi tingginya:
Jika Budi membuka dokumen Laporan Laba Rugi (Income Statement), sistem dengan kejam dan jujur akan membeberkan realita bulan pertama bisnisnya:
Total Pendapatan Penjualan Produk (Omzet Kotor): Rp 25.000.000 (Dari satu pelanggan pembeli laptop mahal).
Dikurangi Beban Pokok Penjualan HPP (Modal Beli Laptop): (Rp 18.000.000)
Laba Kotor (Margin Dagang Kasar): Rp 7.000.000
Dikurangi Total Serangan Beban Operasional Bulan Ini:
Beban Gaji Karyawan Pramuniaga: (Rp 4.500.000)
Beban Tagihan Utilitas Listrik Air: (Rp 1.500.000)
TOTAL LABA BERSIH (NET PROFIT) TERAKHIR YANG BISA DIKLAIM: Rp 1.000.000 (Positif. Tidak rugi sama sekali untuk ukuran bulan pertama perintisan!).
Masih dipenuhi keraguan apakah uang sejuta itu wujud aslinya benar-benar tersimpan dengan aman? Bapak Budi membuka tabulan dokumen puncak yang bernama Laporan Posisi Keuangan (Neraca Balance Sheet), di sini kejeniusan software YAZCORP.id membungkam segala keraguan dan membuktikan prinsip Luca Pacioli 500 tahun silam bahwa “Semesta Akuntansi Itu Harus Seimbang (Balance)”.
Sisi Cek Kekayaan Total (Aset Perusahaan Saat Ini):
Saldo Fisik Laci Kas Tunai (Kas di Tangan): Tersisa Rp 19.000.000
(Cara uji manual komputer: Mulai dari modal 100jt + jual tunai 25jt – ditarik pindah bank 100jt – bayar gaji 4.5jt – bayar listrik 1.5jt = Tepat Rp 19jt. Cocok!).Saldo Mengendap di Bank BCA: Tersisa Rp 150.000.000
(Cara uji: Modal transfer awal 200jt – dibelanjakan kulakan distributor raksasa 150jt + masuk injeksi transfer setoran kasir 100jt = Tepat Rp 150jt. Cocok!).Sisa Modalan Barang Fisik TV dll (Persediaan Gudang): Tersisa barang senilai Rp 132.000.000
(Cara uji fisik: Beli total 150jt – hilang laku terjual 1 laptop bermodal 18jt = Tersisa di rak senilai 132jt. Cocok!).TOTAL SELURUH KEKAYAAN ASET KONSOLIDASI: Rp 19jt + Rp 150jt + Rp 132jt = Rp 301.000.000 (Tiga Ratus Satu Juta Rupiah).
Sisi Cek Pasiva Keseimbangan (Kewajiban & Ekuitas Pendanaan):
Nilai Uang Ekuitas Modal Saham Murni Perintis Bpk Budi: Rp 300.000.000
Suntikan Hasil Keringat Murni Omzet (Laba Tahun Berjalan yang tertarik otomatis dari laporan laba rugi sebelumnya): Rp 1.000.000
Total Kewajiban / Utang Eksternal (Liabilitas): Rp 0 (Nihil. Bisnis yang sehat tanpa utang rentenir dan supplier).
TOTAL KESELURUHAN LIABILITAS & EKUITAS: 300 Juta + 1 Juta = Rp 301.000.000 (Tiga Ratus Satu Juta Rupiah).
PERHATIKAN KEAAJAIBAN INI: Total Aset Kekayaan Kiri Rp 301.000.000 sama nilainya (100% BALANCE & MATCHING) dengan Total Pasiva Kanan Pendanaan sebesar Rp 301.000.000.
Bapak Budi mematikan laptop dengan lega. Bisnisnya berjalan sehat, pelaporan rapi berkelas perusahaan Tbk., siap disodorkan kepada Direktorat Jenderal Pajak tanpa cacat, atau dipamerkan kepada gerombolan calon Investor Ventura untuk prospek pendanaan Start-Up ronde berikutnya.
Dan semua kecanggihan yang sangat rumit itu bisa terealisasi hanya karena kedisiplinan Bapak Budi dalam mengaplikasikan setiap tahapan Bab di fitur Modul Akuntansi YAZCORP.id.
Ini bukan lagi sekadar aplikasi hitung receh di atas meja kasir usang. Ini adalah otak finansial artifisial, sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang mengawal, memetakan, mendeteksi kebocoran, dan melindungi setiap urat nadi rupiah Anda yang berharga.
Ayo segera masuk, klik Pengaturan Akuntansi di aplikasi Anda hari ini, dan mulailah era pembukuan bisnis transparan layaknya perusahaan konglomerasi kelas dunia. Selamat membukukan kisah sukses Anda!









